Takdir bag 34 by Tahniat

Takdir bag 34 by Tahniat.  Jalal mengambil tangan kanan Jodha dan meletakkan dipundaknya, lalu Jalal meraih pinggang Jodha dengan tangan kirinya, sementara  tangan kanannya dan tangan kiri jodha jemarinya saling terkait. Jalal menarik tubuh Jodha merapat ketubuhnya. Dj memutar musik lembut nan romatis milik Elvis Presley. Jodha menatap  Jalal dengan rasa ingin tahu, Jalal balas menatap dengan mesra dan berbisik, "lagu Favoritku.." Mendengar lagu lembut itu, beberapa pasangan ikut berdansa bersama mereka, slow dance selalu saja banyak pengermarnya. Jalal mendekap erat tubuh Jodha sambil bergerak perlahan mengikut irama. Tubuh mereka begitu rapat seolah menyatu. Jodha menyandarkan dagunya di tulang selangka Jalal sedangkan Jalal mendekatkan wajahnya di samping pipi Jodha, bibir Jalal meyapu telinga Jodha.  Jalan mencium wangi melati dari rambut Jdoha yang tergerai lepas. Sedangkan Jodha merasakan hembusan nafas Jalan yang hangat di kulit lehernya. Keduanya larut dalam lagu yang merdu itu sehingga tidak terpikirkan yang lainnya. Seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua. Sementara Surya, yang melihat kemesraan itu dari termpat duduknya, hanya bisa menelan kecemburuannya dengan tersenyum masam. Jodha dan Jalal larut dalam alunan nada merdu dan lirik lagu cinta yang di nyanyikan elvis. Seakan-akan apa yang ingin mereka rasakan, mereka pikirkan terwakili olehnya.

Love Me Tender by Elvis Presley

Love me tender,
love me sweet,
never let me go.
You have made my life complete,
and I love you so.

Love me tender,
love me true,
all my dreams fulfilled.
For my darlin' I love you,
and I always will.

Love me tender,
love me long,
take me to your heart.
For it's there that I belong,
and we'll never part.

Love me tender,
love me dear,
tell me you are mine.
I'll be yours through all the years,
till the end of time
Cintai aku dengan lembut,
cintai aku dengan lembut,
jangan biarkan aku pergi
Kau telah  melengkapi hidupku,
dan aku sangat mencintaimu .

Cintai aku dengan lembut,
cintai aku dengan tulus,
semua impianku telah terpenuhi.
Sayang ku, aku mencintaimu,
dan akan selalu mencintaimu.

Cintai aku dengan lembut,
cintai aku selamanya,,
bawalah aku dalam hatimu,
karana di situlah tempatku,
sehingga kita tidak akan pernah terpisah.

Cintai aku dengan lembut,
cintai aku..sayang,
katakan kau  adalah milikku.
aku akan menjadi milikmu selamanya,
sampai akhir waktu

Ketika lagu mendekati akhir, Jalal berbisik di telinga Jodha, "Jodha, kau siap?" Jodha mendongakan kepala menatap Jalal sambil bertanya, "siap apa?" Tiba-tiba irama musik berubah menjadi ceria. Jodha terngangah dengan mata berbinar-binar tak percaya ketika mendengar intro lagu, "Wouldn't it be nice" miliknya The Beach boys. Gumannya sambil tersenyum, "Jalal..."  Jalal terawa mesra. Jodha bertanya, "bagaimana kau tahu?"  Jalal menjawab, "aku mendengarnya di ipodmu. Ayo Jodha..ini saatnya."

FF Jodha akbar Destiny2Jalal memegang pergelangan tangan Jodha, dan jodha memegang pergelangan tangan Jalal. Lalu Jalal menarik tangan Jodha dan memutarnya sehingga kini Jodha ada di depan Jalal dan Jalal memeluknya dari belakang. Lalu mereka berdancing waltz dengan iringan lagu itu. Semua orang menyingkir untuk memberi mereka ruang gerak. Walaupun dalam balutan saree, Jodha dapat bergerak dengan lincah, keduanya terlihat begitu kompak dan rancak. Bahkan gerakan memutar dan menekuk punggung kebelakang, di lakukan keduanya dengan sempurna. Di akhir lagu yang berirama slow, Jalal meraih tubuh Jodha dan melingkarkan kedua tangan di sekeling tubuhnya. Tubuh mereka begitu rapat, dan wajah mereka begitu dekat. Jodha mendongak, Jalal menunduk memberinya sebuah kecupan ringan di bibir. Lalu musik berhenti dan tepuk tangan pun terdengar.

Jodha dan Jalal kembali ke meja mereka tapi tidak menemukan Surya. Jodha menatap Jalal, Jalal mengendikan bahu sebagai tanda kalau dia juga tidak tahu. Jodha menghela nafas dan terlihat sedikit sedih. Jalal seperti tahu apa yang di rasakan Jodha. Dia menepuk-nepuk bahu Jodha coba menghiburnya sambil berkata, "mungkin dia ada keperluan dan merasa  tidak enak mau menganggu kita.  Atau mungkin dia ke toilet. Mari kita tunggu sebentar." Jalal menarikan kursi untuk Jodha dan menyuruhnya duduk.  Tapi setelah beberapa waktu, batang hidung Surya tidak kelihatan, dengan kecewa, Jodha mengajak Jalal meninggalkan restoran.

Malam ini adalah malam terakhir mereka di Kuala Lumpur. Jodha mengemas barang-barang yang akan di bawa karena besok pagi sekali mereka akan kembali ke india. Jalal turut membantu Jodha beres-beres. Setelah semua tersusun rapi mereka pun pergi tidur.

Setelah 5.30 menit melayang di udara, Jalal dan jodha sampai di India. Dari Indira Gandhi Airport hingga kerumah mereka di perlukan 30 menit perjalanan dengan taksi. Begitu taksi tiba di rumah, Moti segera menyambutnya. Pertama Jodha tidak sadar kenapa Moti menatapnya dengan tatapan yang aneh. Jalal membantu membawa koper ke dalam. Jodha dan Moti masing-masing juga membawa barang di tangan. Ketika akan masuk kedalam rumah, tiba-tiba seorang wanita berlari keluar dan menghambur dalam pelukan Jalal. Jodha berdiri menatapnya dengan tegang... Takdir bag 35